Tiga hari telah berlalu, Luna belum terlihat kesekolah, mungkin dadanya masih sakit.
Aku kembali masuk kedalam kelas, duduk sendiri sambil mengutak atik tempat pensil ku. Aku bosan duduk sendiri didalam kelas, aku menatap jam tangan ku kembali, "lagi sepuluh menit bel sekolah akan berbunyi". aku kembali berjalan keluar kelas , berharap Luna datang. Terlihat dari jauh cewek memakai bandana kuning. “aku rasa itu Luna??, tapi kenapa bersama seorang cowok??”
Mataku makin terbelalak, ternyata yang bersama luna yaitu mantan ketua osis lagi.
"huuuiii.. !" sapa luna.
"haii, udah sehat?" tanyaku,
yahh begitulah, sembari membisik ke telingaku," ialahh,, mau, bareng kak Irfan!"
***
Sebulan telah berlalu, awalnya aku tak tahu mengapa aku, luna dan kak irfan makin akrab, ternyata luna dan kak irfan telah menjalin hubungan, dan akhir-akhir ini pun penyakit luna jarang kambuh lagi.
perjalan cinta mereka terus berjalan mulus,hingga Kak irfan pun telah lulus di sebuah Universitas terkenal dikota kami , dan menjadi seorang dokter, namun dia mendapat pekerjaan dari orang tuanya bekerja di Singapur.
Setiap hari minggu aku menemani luna berjalan-jalan di anjungan, depan rumah kami . Luna juga selalu bertemu dengan kak irfan disana.
Sore itu, aku dan luna sedang memandang laut bersama melihat burung-burung di udara.
“na.. aku mau jadi burung itu, biar bisa terbang menemui kak irfan, dimanapun dia berada!!” sejenak memikirkan kata-kata luna.
“haaahh.. mana bisaa doll..!!! “ gerutuku
Tiba-tiba dari arah belakang, nampak tangan aneh meraih pundak kami berdua!!
“Haaaaaaa...!!” aku dan luna teriak sekencang-kencangnya,
Akhirnya luna berbalik, Luna tertawa ... “hahaha..!!
Aku segera berbalik, ternyata orang yang dari tadi kami tunggu datang.
“kak Irfan.. Kecepetan datangnya!!” seru luna
“Huuu mana kecepetan ,,kelamaaan !!” gerutuku . Hahaha.. kami bertiga tertawa bersama.
“Ehmm... aku pulang dulu yaahh” . “Anaa... terima kasih yah sudah menemaniku !! teriak luna dari jauh
Aku hanya berbalik dan tersenyum, tetap dalam hatiku, aku ingin selamanya menjadi sahabat Luna,
Bulir-bulir air mata membasahi kedua pipiku, bukan karena aku irih pada mereka berpacaran, namun karena kata-katanya tadi “na.. aku ingin jadi burung itu, , biar bisa terbang menemui kak irfan, dimanapun dia berada!!” kata-katanya terlintas di benak ku!
“Tuhan aku sayang sahabatku!!”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar