Minggu, 25 September 2011

TAMRA THE ISLAND















































 



 
Seo Jang Jin Woo sebagai Beo Jin
Im Ju Hwan
sebagai Kyu Park
Pierre Deporte
sebagai Spencer William
Lee Ho
sebagai Kawamura Yan Sun
Lee Seung Min
sebagai Seo Min
Woo Byun Min
sebagai Jang Won Bin
Yang Hee Kyung
sebagai Boo Eom SSA Dalam
Kim Yoo Jung
sebagai Jang Seol Beo
Kim Mi Kyung
sebagai Nyeo Choi Jang
Ho Lee Jae
sebagai Chul Park

Rabu, 08 Juni 2011

HANA KIMI

Hi semua,,, yang baca postingan ku!!!
sekarang saya pengen menginformasikan anda.. hheehe
wawww.. apa tuh??

sebuah film drama asia yang akan tanyang di indosiar,, g' tau jugaa kapan?? smoga aja yahh di tayangin (amiiiiiiiiin...)

Hana Kimi
Hanazakari No Kimitachi E (Hana Kimi) Ikemen Paradise adalah dua belas episode drama dibintangi Horikita Maki sebagai Ashiya Mizuki, Oguri Shun sebagai Sano Izumi (waww.. pemain Crows ZERO), Ikuta Toma dan sebagai Nakatsu Shuichi. Hal ini didasarkan pada manga Jepang, Hana Kimi yang ditulis oleh Hisaya Nakajo.


Mizuki Ashiya adalah seorang gadis Jepang dari California yang menyamar sebagai seorang anak untuk belajar di sekolah semua anak laki-laki Osaka Gakuen. Setahun yang lalu, ia melihat Sano Izumi dalam kompetisi lompat tinggi dan mulai mengidolakan dia. Sayangnya, Sano Izumi melukai dirinya sendiri dalam sebuah insiden yang melibatkan Ashiya Mizuki dan ia berhenti melompat tinggi sejak saat itu. Ashiya menyalahkan dirinya sendiri atas apa yang terjadi dan berjanji untuk membuat Sano lompat tinggi lagi. Satu-satunya cara dia bisa melakukannya adalah untuk mendaftar di sekolah yang sama dengan Sano dan bertindak sebagai anak laki-laki. Dapatkah dia melakukannya?
Horikita Maki sebagai Ashiya Mizuki


Name:
堀北真希
Name (romaji): Horikita Maki
Date of Birth: 1988-Oct-06
Birthplace: Tokyo, Japan
Profession: Actress
Height: 160cm
Star Sign: Libra
Blood Type: B
Talent Agency: Sweet Power







Name (romaji): Oguri Shun Nicknames: Ogushun, Guri & Ogurin
Profession: Actor
Birthdate: 1982-Dec-26
Birthplace: Kodaira, Tokyo, Japan
Height: 184cm
Weight: 74kg
Star sign: Capricorn
Blood type: O
Family: Older brother (Ryo) and older sister
Talent agency: Tristone






 
Name (romaji): Ikuta Toma
Nicknames: Tomasu, Toma-chan
Profession: Actor and singer
Birthdate: 1984-Oct-07
Birthplace: Noboribetsu, Hokkaido, Japan
Height: 173cm
Weight: 58kg
Star sign: Libra
Blood type: A
Talent agency: Johnny's Entertainment
Attended Meiji University








terima kasihh,, atas bantuannya!!

Sabtu, 23 April 2011

sambungan naa part 4

Malam pun tiba…
Saat Aku sedang asyik membalas pesan E-mail  dari teman-temanku. Tiba-tiba 1 kotak masuk, segeralah aku membuka, ternyata dari seseorang yang bernama Irfan.  Aku sempat kaget dengan nama akun itu, jadi untuk memastikannya aku membaca isi pesannya.
“ Hai Ana.. apa kabar??, juga Luna gimana sekarang, baik-baik ??, oiaa.. aku dapat Email kamu dari facebook  kamu, aku kabarin lewat Fb, tapi kamu ngga’ balas-balas,jadi aku pikir mungkin ngga’ main itu lagi. Aku putuskan mengirim pesan lewat Email kamu, dan ternyata akun email kamu masih aktif. Aku senang banget.  Hehe.  Besok hari senin, aku akan pulang ke Indo. Jadi tunggu yah!! Jemput aku bareng Luna di bandara, nanti aku kabarin.
OK J . see u tommorro”
Aku tak percaya, orang yang di tunggu  Luna selama 5 tahun akan pulang  besok lusa hari senin. Padahal Luna masuk  Rumah sakit, rasanya tak ingin kubalas pesan nya itu, aku kesal .
***
Matahari menembus kamar ku terbias oleh kaca jendela ,  sialu ..! membuka mata dengan harapan Luna akan ada di anjungan minggu pagi ini, ku buka jendela agar udara sejuk dapat masuk ke kamarku, tak jauh, mataku tertuju pada seorang wanita yang bersandar di pegangan dermaga, agak ragu itu luna. Terus menatapnya, wanita itu berbalik, “ Luna!!” segeralah ku berlari dari kamarku menuju lantai dasar rumahku, menyebrang  melewati jalan raya besar.
“Luna …Lunaaa…..”!! hoahoa..
Dengan nafas tersengal ku , mencoba mendekati Luna .
“anha…!! Kenapa kamu lari!!
“hahaha… ada kabar baik untukmu..!ku coba menghibur temanku  dari kekhawatirannya terhadapku
“kabar baik apa…??” sembari tersenyum padaku.
“ tapi kamu udah sehatkan..!”  “aku udah sehat..!”   sambil mengatur nafasku, dan berdiri tegap, ingin kusampaikan kabar baik untuk Luna.
“aku akan menemanimu menjemput Irfan besok di Bandara…!!” wajah luna tampak begitu senang, hingga dia memelukku erat .
“hari ini aku senang sekali naa..!”
***

Kamis, 21 April 2011

sambungannn.. Part 3


***
Malam pun tiba, saat itu aku sedang asyik, membaca majalah yang tadi pagi baru aku beli , tiba-tiba ada yang mengetuk pintu rumahku. Segerahlah ku buka.
“Luna!!” 
“Ana!!, ka’ Irfan mau pergi jauh!!” sembari menangis.
Mata Luna bengkak seperti habis bertarung dengan seorang petinju, dia  terus menangis.  Sepulang dari anjungan. Ternyata kak Irfan datang untuk memberi tahu Luna, atas masa tugasnya di singapur, menjadi seorang dokter, di tempat ayahnya kerja.
“Kapan kak Irfan berangkat?” tanyaku
“Besok!!” Luna menjawab dengan suara paraunya.
Luna terus melanjutkan tangisnya, tak ada saran dariku hanya diam memikirkan mereka
***
Keesokan paginya aku dan Luna mengantar kak Irfan sampai di bandara, namun Luna terus diam tak ada kata-katanya keluar dari mulutnya . ka Irfan pun mengucapkan selamat tinggal pada kami, namun Luna tetap diam.
“Luna ... aku sayang padamu, aku akan kembali !!”   teriak Irfan dari jauh. tiba-tiba Luna berlari dan memeluk kekasihnya itu.
Hari yang baru untuk Luna , Lunapun tak pernah lagi mengirim pesan ke ka’ Irfan, dia takut akan mengganggu kerja ka’ irfan disana.
***
Setiap 6 bulan sekali ka’ irfan kembali ke Indonesia, menemui keluarganya, juga menemui Luna,
Namun telah satu tahun terakhir ini, Luna juga sering sakit-sakitan, penyakit  jantungnya selalu kambuh. Luna juga jarang datang lagi kerumahku, akhirnya aku memutuskan untuk menjenguknya.
Ku ketuk pintu rumah Luna, pintu pun terbuka, ternyata ibu Luna.
Langsung ibu Luna mempersilahkan ku masuk kerumahnya.
“ tante ada Luna nggak??” tanyaku
“ Lunanya ada di anjugan!!, akhir-akhir ini dia selalu kesana, apalagi kalau udah sehat !”  jawab ibu Luna
Akhirnya aku segera keanjungan, menemui Luna sahabatku,
Aku menemukan Luna sedang menatap Laut lagi, “hai Lun!!” sapaku
Luna berbalik kearahku dan menyapaku. “ hai na! Sapanya sembari melanjutkan perkataannya.
“Ana.. Aku kangen banget ma kamu!” seru Luna
“Aku juga kangen banget ma kamu Lun..!!! , kenapa ngga pernah lagi kamu main kerumahku??” tanyaku
Sejenak Luna terdiam, wajahnya murung mencoba memikirkan pertanyaaku tadi. Namun ku jawab sendiri pertanyaanku,  kurasa luna tak  mau menjawabnya!.
“ohh iaa… harusnya aku lagi yang main kerumahmu yaa Luna ..!!”  Luna tersenyum padaku.
“iaa na..kapan-kapan kamu datang dirumahku!” seru Luna.
Aku pun dan Luna bercerita banyak, sambil menyandarkan tubuh kami ke pegangan-pegangan dermaga  itu. Aku senang bisa ketemu dengan Luna lagi, sahabatku.
Tak terasa matahari akan kembali keperaduannya,
“Ana..????!!” tegur Luna
“ apaaa…!!” sembari terus menatap matahari yang akan tenggelam
“ana.. kamu kangen ngga ma ka’ Irfan , kalau aku kangen banget, naa.. kapan dia pulang yahh.??! , Lamaa banget yahh … udah 3 tahun dia nggak pulang-pulang ..!!, gi mana nih naa ”bulir-bulir air mata jatuh di pipi luna
Pertanyaan Luna menyerbuku. “kangen sihh.. tapi ngga juga sih,, hehe.. udahlah Lun, sabar aja. Dia pasti datang , ingatkan janjinya. Kalau ingkar, liat aja nanti!!” sembari ku menggandeng pundak sahabatku.
Luna terus menangis, Hari yang indah buat aku dan Luna.
***
Sepulang dari kerja , aku memutuskan untuk pergi kerumah Luna, namun saat berjalan menuju rumah Luna, melewati lorong-lorong, aku melihat  rumah Luna Nampak sepi. Akhirnya aku  bertanya kepada salah seorang  tetangga Luna yang disibukan oleh anaknya.
“Bu.. Luna dan keluarganya kemana??” tanyaku
“Kurang tau juga dek, mungkin kerumah sakit, biasanya Luna sakit!” sambil menyuapkan bubur kedalam mulut anaknya.
“Ibu tahu Rumah sakitnya?” Tanya lagi
“RS UHS .!”
Sesampainya aku di RS, aku pun telah menemukan alamat kamar Luna, aku melewati beberapa  anak tangga. “kamar A 10!, ketemu!” seruku
Akupun memberi salam sambil ku buka kamar A 10,tidak salah lagi, itu ibu Luna.
“Ana.. masuk” sapa Ibu Luna.
Luna di pembaringan, dengan wajah pucat. Luna sangat tidur pulas.
“ Penyakit Luna kalau kambuh, kadang-kadang  sampai pingsan, biasa ngga sadar  1 hari.
Hari itu, hari aku ingin sekali main di rumah Luna, namun hari itu aku menjenguknya.
***

Rabu, 20 April 2011

sambungannn.. part 2

Tiga hari telah berlalu, Luna belum terlihat kesekolah, mungkin dadanya masih sakit.
Aku kembali masuk kedalam kelas, duduk sendiri sambil mengutak atik tempat pensil ku.  Aku bosan duduk sendiri didalam kelas,  aku menatap jam tangan ku kembali, "lagi sepuluh menit  bel sekolah akan berbunyi". aku kembali berjalan keluar kelas ,  berharap Luna datang. Terlihat dari jauh cewek memakai bandana kuning. “aku rasa itu Luna??, tapi kenapa bersama seorang cowok??”
Mataku makin terbelalak, ternyata yang bersama luna yaitu mantan ketua osis lagi.
"huuuiii.. !" sapa luna.
"haii, udah sehat?" tanyaku,
yahh begitulah, sembari membisik ke telingaku," ialahh,, mau, bareng kak Irfan!"
***
Sebulan telah berlalu, awalnya aku tak tahu mengapa aku, luna dan kak irfan makin akrab, ternyata luna dan kak irfan telah menjalin hubungan, dan akhir-akhir ini pun penyakit luna jarang kambuh lagi.
perjalan cinta mereka terus berjalan mulus,hingga Kak irfan pun telah lulus di sebuah Universitas terkenal dikota kami , dan menjadi seorang dokter, namun dia mendapat pekerjaan dari orang tuanya bekerja di Singapur.
Setiap hari minggu aku menemani luna berjalan-jalan di anjungan, depan rumah kami .  Luna juga selalu bertemu dengan kak irfan disana.
Sore itu,  aku dan luna sedang  memandang laut bersama melihat burung-burung di udara.
“na.. aku mau jadi burung itu, biar bisa terbang menemui kak irfan, dimanapun dia berada!!”  sejenak memikirkan kata-kata luna.
“haaahh.. mana bisaa doll..!!! “ gerutuku
Tiba-tiba dari arah belakang, nampak tangan aneh meraih pundak kami berdua!!
“Haaaaaaa...!!” aku dan luna teriak sekencang-kencangnya,
Akhirnya luna berbalik, Luna tertawa ... “hahaha..!!
Aku segera berbalik, ternyata orang yang dari tadi kami tunggu datang.
“kak Irfan.. Kecepetan datangnya!!” seru luna
“Huuu mana kecepetan ,,kelamaaan !!” gerutuku . Hahaha.. kami bertiga tertawa bersama.
“Ehmm... aku pulang  dulu yaahh” . “Anaa... terima kasih yah sudah menemaniku !! teriak luna dari jauh
Aku hanya berbalik dan tersenyum, tetap dalam hatiku, aku ingin selamanya menjadi sahabat Luna,
Bulir-bulir air mata membasahi kedua pipiku, bukan karena aku irih pada mereka berpacaran, namun karena kata-katanya tadi “na.. aku ingin jadi burung itu, , biar bisa terbang menemui kak irfan, dimanapun dia berada!!” kata-katanya terlintas di benak ku!
“Tuhan aku sayang sahabatku!!”

Selasa, 19 April 2011

(cerita) BAWALAH PERGI CINTAKU..!


“Aku akan selalu menunggumu!”
Aku yakin sekali apa yang selalu dikatakan hati luna, pikiran luna, harapan luna.  Minggu pagi aku segera tersadar dari tidurku, telah pukul 06.05 aku telah melihat luna di anjungan,  aku terus mengawasinya dari sini, dari rumahku. Aku seorang sahabat luna, yang selalu membuatnya tegar dalam setiap keadaan sulit untuknya, namun kini tidak lagi!!!,  Luna terus memandang laut. 
“Luna kenapa kau melakukan hal yang tak  berguna!” lirihku dalam hati
Aku hanya menangis dalam kamarku, aku tak mampu menolong sahabatku lagi.
Di anjungan hanya  satu sampai 2 orang saja yang terlihat disana sambil menggerakkan tubuh mereka, namun Luna tak ada aktifitasnya disana seperti telah terhipnotis , aku tahu disebrang sana, itulah orang yang dia tunggu, kekasihnya irfan yang tak kunjung pulang, semasa tugasnya disana.
“Luna betapa bodohnya dirimu!!  Gerutuku  dalam hati
“Maafkan aku lunaa aku tak bisa menolong banyak lagi padamu!!”
Mentari telahkembali, datang mematulkan cahaya ke laut, luna tak kunjung pulang.
Aku mengingat kembali dimana aku dan luna mengawali perkenalan kami dengan Irfan, kakak kelas kami,  aku dan luna bersahabat sejak SMA.
Pukul 07.00 kami pun berangkat  kesekolah  bersama, saat itu luna memang terlihat lesuh sambil memegang dadanya, “kamu kenapa Lun??? “ tanyaku,  “ ga’ apa – apa kok!” jawabnya.

*disekolah*
 “ Hai Ira, Hai fani, hai Allu, hai Sitaa, hai pian. Aku say-Hi  semua teman-teman ku disekolah sembari memegang tangannya Luna, namun tiba-tiba  aku terasa ingin  terjatuh bukan karna aku tersandung, namun tangan Luna terasa berat sekali, Luna pingsan, segeralah teman-teman ku tadi menolong ku mengangkat luna, mengangkatnya ke UKS.
“aku mau pulang  Na… !!”  Luna pun sadar dari pingsannya.
“Ana aku mau pulang, dadaku masih sakit!” dengan napas tersengal-sengal Luna memintaku mengantarnya pulang, sesampainya di gerbang sekolah , dada Luna semakin sakit, aku tak tahu apa yang terjadi pada luna, saat itu tak ada ojek ataupun angkot yang terlihat, aku panik, kenapa di saat keadaan mendesak, tak ada yang bisa kuharapkan.  Tiba-tiba mobil hitam mengkilap itu datang mengarah pada kami. “dek kenapa teman kamu , sakit yah sini aku antar pulang”  ternyata mantan ketua osis, bertanya pada ku,  dan menawarkan jasa antar pulang kerumah Luna, padahal kan ini jam belajar.
Di mobil, aku ingin sekali memulai percakapan dengan kak irfan, namun akhirnya kak irfan sendiri yang memulai percakapan itu . “ Nama kamu siapa? , “haahh aku....!!” dengan nada keget ku meneruskan jawabanku “namaku Ana dan teman ini temanku, Luna!”
“ Kalau Luna, aku kenal kok!” aku semakin kaget , "ternyata luna telah lama mengenal ka’ irfan, tanpa sepengetahuanku" Lirihku dalam hati.
Akhirnya sampailah aku dirumah Luna, aku pun memapah Luna yang masih setengah sadar.
***
berssambung....