Selasa, 19 April 2011

(cerita) BAWALAH PERGI CINTAKU..!


“Aku akan selalu menunggumu!”
Aku yakin sekali apa yang selalu dikatakan hati luna, pikiran luna, harapan luna.  Minggu pagi aku segera tersadar dari tidurku, telah pukul 06.05 aku telah melihat luna di anjungan,  aku terus mengawasinya dari sini, dari rumahku. Aku seorang sahabat luna, yang selalu membuatnya tegar dalam setiap keadaan sulit untuknya, namun kini tidak lagi!!!,  Luna terus memandang laut. 
“Luna kenapa kau melakukan hal yang tak  berguna!” lirihku dalam hati
Aku hanya menangis dalam kamarku, aku tak mampu menolong sahabatku lagi.
Di anjungan hanya  satu sampai 2 orang saja yang terlihat disana sambil menggerakkan tubuh mereka, namun Luna tak ada aktifitasnya disana seperti telah terhipnotis , aku tahu disebrang sana, itulah orang yang dia tunggu, kekasihnya irfan yang tak kunjung pulang, semasa tugasnya disana.
“Luna betapa bodohnya dirimu!!  Gerutuku  dalam hati
“Maafkan aku lunaa aku tak bisa menolong banyak lagi padamu!!”
Mentari telahkembali, datang mematulkan cahaya ke laut, luna tak kunjung pulang.
Aku mengingat kembali dimana aku dan luna mengawali perkenalan kami dengan Irfan, kakak kelas kami,  aku dan luna bersahabat sejak SMA.
Pukul 07.00 kami pun berangkat  kesekolah  bersama, saat itu luna memang terlihat lesuh sambil memegang dadanya, “kamu kenapa Lun??? “ tanyaku,  “ ga’ apa – apa kok!” jawabnya.

*disekolah*
 “ Hai Ira, Hai fani, hai Allu, hai Sitaa, hai pian. Aku say-Hi  semua teman-teman ku disekolah sembari memegang tangannya Luna, namun tiba-tiba  aku terasa ingin  terjatuh bukan karna aku tersandung, namun tangan Luna terasa berat sekali, Luna pingsan, segeralah teman-teman ku tadi menolong ku mengangkat luna, mengangkatnya ke UKS.
“aku mau pulang  Na… !!”  Luna pun sadar dari pingsannya.
“Ana aku mau pulang, dadaku masih sakit!” dengan napas tersengal-sengal Luna memintaku mengantarnya pulang, sesampainya di gerbang sekolah , dada Luna semakin sakit, aku tak tahu apa yang terjadi pada luna, saat itu tak ada ojek ataupun angkot yang terlihat, aku panik, kenapa di saat keadaan mendesak, tak ada yang bisa kuharapkan.  Tiba-tiba mobil hitam mengkilap itu datang mengarah pada kami. “dek kenapa teman kamu , sakit yah sini aku antar pulang”  ternyata mantan ketua osis, bertanya pada ku,  dan menawarkan jasa antar pulang kerumah Luna, padahal kan ini jam belajar.
Di mobil, aku ingin sekali memulai percakapan dengan kak irfan, namun akhirnya kak irfan sendiri yang memulai percakapan itu . “ Nama kamu siapa? , “haahh aku....!!” dengan nada keget ku meneruskan jawabanku “namaku Ana dan teman ini temanku, Luna!”
“ Kalau Luna, aku kenal kok!” aku semakin kaget , "ternyata luna telah lama mengenal ka’ irfan, tanpa sepengetahuanku" Lirihku dalam hati.
Akhirnya sampailah aku dirumah Luna, aku pun memapah Luna yang masih setengah sadar.
***
berssambung....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar