***
Malam pun tiba, saat itu aku sedang asyik, membaca majalah yang tadi pagi baru aku beli , tiba-tiba ada yang mengetuk pintu rumahku. Segerahlah ku buka.
“Luna!!”
“Ana!!, ka’ Irfan mau pergi jauh!!” sembari menangis.
Mata Luna bengkak seperti habis bertarung dengan seorang petinju, dia terus menangis. Sepulang dari anjungan. Ternyata kak Irfan datang untuk memberi tahu Luna, atas masa tugasnya di singapur, menjadi seorang dokter, di tempat ayahnya kerja.
“Kapan kak Irfan berangkat?” tanyaku
“Besok!!” Luna menjawab dengan suara paraunya.
Luna terus melanjutkan tangisnya, tak ada saran dariku hanya diam memikirkan mereka
***
Keesokan paginya aku dan Luna mengantar kak Irfan sampai di bandara, namun Luna terus diam tak ada kata-katanya keluar dari mulutnya . ka Irfan pun mengucapkan selamat tinggal pada kami, namun Luna tetap diam.
“Luna ... aku sayang padamu, aku akan kembali !!” teriak Irfan dari jauh. tiba-tiba Luna berlari dan memeluk kekasihnya itu.
Hari yang baru untuk Luna , Lunapun tak pernah lagi mengirim pesan ke ka’ Irfan, dia takut akan mengganggu kerja ka’ irfan disana.
***
Setiap 6 bulan sekali ka’ irfan kembali ke Indonesia, menemui keluarganya, juga menemui Luna,
Namun telah satu tahun terakhir ini, Luna juga sering sakit-sakitan, penyakit jantungnya selalu kambuh. Luna juga jarang datang lagi kerumahku, akhirnya aku memutuskan untuk menjenguknya.
Ku ketuk pintu rumah Luna, pintu pun terbuka, ternyata ibu Luna.
Langsung ibu Luna mempersilahkan ku masuk kerumahnya.
“ tante ada Luna nggak??” tanyaku
“ Lunanya ada di anjugan!!, akhir-akhir ini dia selalu kesana, apalagi kalau udah sehat !” jawab ibu Luna
Akhirnya aku segera keanjungan, menemui Luna sahabatku,
Aku menemukan Luna sedang menatap Laut lagi, “hai Lun!!” sapaku
Luna berbalik kearahku dan menyapaku. “ hai na! Sapanya sembari melanjutkan perkataannya.
“Ana.. Aku kangen banget ma kamu!” seru Luna
“Aku juga kangen banget ma kamu Lun..!!! , kenapa ngga pernah lagi kamu main kerumahku??” tanyaku
Sejenak Luna terdiam, wajahnya murung mencoba memikirkan pertanyaaku tadi. Namun ku jawab sendiri pertanyaanku, kurasa luna tak mau menjawabnya!.
“ohh iaa… harusnya aku lagi yang main kerumahmu yaa Luna ..!!” Luna tersenyum padaku.
“iaa na..kapan-kapan kamu datang dirumahku!” seru Luna.
Aku pun dan Luna bercerita banyak, sambil menyandarkan tubuh kami ke pegangan-pegangan dermaga itu. Aku senang bisa ketemu dengan Luna lagi, sahabatku.
Tak terasa matahari akan kembali keperaduannya,
“Ana..????!!” tegur Luna
“ apaaa…!!” sembari terus menatap matahari yang akan tenggelam
“ana.. kamu kangen ngga ma ka’ Irfan , kalau aku kangen banget, naa.. kapan dia pulang yahh.??! , Lamaa banget yahh … udah 3 tahun dia nggak pulang-pulang ..!!, gi mana nih naa ”bulir-bulir air mata jatuh di pipi luna
Pertanyaan Luna menyerbuku. “kangen sihh.. tapi ngga juga sih,, hehe.. udahlah Lun, sabar aja. Dia pasti datang , ingatkan janjinya. Kalau ingkar, liat aja nanti!!” sembari ku menggandeng pundak sahabatku.
Luna terus menangis, Hari yang indah buat aku dan Luna.
***
Sepulang dari kerja , aku memutuskan untuk pergi kerumah Luna, namun saat berjalan menuju rumah Luna, melewati lorong-lorong, aku melihat rumah Luna Nampak sepi. Akhirnya aku bertanya kepada salah seorang tetangga Luna yang disibukan oleh anaknya.
“Bu.. Luna dan keluarganya kemana??” tanyaku
“Kurang tau juga dek, mungkin kerumah sakit, biasanya Luna sakit!” sambil menyuapkan bubur kedalam mulut anaknya.
“Ibu tahu Rumah sakitnya?” Tanya lagi
“RS UHS .!”
Sesampainya aku di RS, aku pun telah menemukan alamat kamar Luna, aku melewati beberapa anak tangga. “kamar A 10!, ketemu!” seruku
Akupun memberi salam sambil ku buka kamar A 10,tidak salah lagi, itu ibu Luna.
“Ana.. masuk” sapa Ibu Luna.
Luna di pembaringan, dengan wajah pucat. Luna sangat tidur pulas.
“ Penyakit Luna kalau kambuh, kadang-kadang sampai pingsan, biasa ngga sadar 1 hari.
Hari itu, hari aku ingin sekali main di rumah Luna, namun hari itu aku menjenguknya.
***